Selasa, 11 Oktober 2016

Volume 1 Prolog



PROLOG

Kapan ini terjadi?
Mikado Hikaru, seseorang yang paling bersinar, seseorang yang dicintai semua bunga, tiba tiba saja meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Sebelum dia berusia 16 tahun..
Aku termenung mencari ke dalam ingatanku ketika aku mendengar kabar kematiannya melalui cellphone-ku.
Aku melepaskan pakaian bernama rasionalitas karena aku ingin bertemu Hikaru.
Jiwaku seperti meninggalkan tubuhku, terbang di langit malam seperti hanya aku seorang yang mencarinya, mencarinya, mencarinya. Aku terus berlari di jalanan berdebu, rerumputan melukai kulit dan mata kakiku, hujan yang dingin menusuk tubuhku, ke tempat dia berada. Ahh, itu yang terjadi kemarin.
Meskipun jika aku menjadi roh jahat, aku akan tetap mendapatkan orang itu.
Apa yang memikatku, lebih dari dari kekejamannya, keras kepalanya, cinta penuh kebohongannya, ketakutan akan kesendiriannya... lebih dari apapun, adalah cintaku pada orang itu.
Aku tahu dari awal bahwa cinta kita adalah dosa yang terlarang. Tidak diijinkan oleh dunia ini, dan tak seorangpun disekitar kita yang akan memberkatinya. Tubuhku terasa tersayat, tertusuk dan terbakar, ini adalah cinta yang tragis dan cinta yang pahit yang disertai dengan kesedihan dan keputusasaan.
Aku tidak akan membiarkan seorangpun tahu, dan aku akan terus mencintainya dalam kegelapan dimana cahaya bulan tidak bisa menyinarinya. Apakah kita tidak mengikat janji dan bersumpah?
Bahwa ini adalah rahasia seumur hidup.
Tapi kenapa Hikaru mengatakan kata-kata itu tadi malam?
Ditengah hujan yang dingin menusuk tulang, diujung kematiannya, ekspresi yang Hikaru tunjukkan
Hanya aku yang melihatnya. Ekspresinya, tatapannya, tindakannya.
Itu adalah penghianatan cinta yang paling kejam.
Hikaru.
Pada saat itu...
Apa yang sedang kau pikirkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar