PROLOG
Kapan ini terjadi?
Mikado Hikaru, seseorang
yang paling bersinar, seseorang yang dicintai semua bunga, tiba tiba saja
meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Sebelum dia berusia 16
tahun..
Aku termenung mencari ke
dalam ingatanku ketika aku mendengar kabar kematiannya melalui cellphone-ku.
Aku melepaskan pakaian
bernama rasionalitas karena aku ingin bertemu Hikaru.
Jiwaku seperti meninggalkan
tubuhku, terbang di langit malam seperti hanya aku seorang yang mencarinya,
mencarinya, mencarinya. Aku terus berlari di jalanan berdebu, rerumputan
melukai kulit dan mata kakiku, hujan yang dingin menusuk tubuhku, ke tempat dia
berada. Ahh, itu yang terjadi kemarin.
Meskipun jika aku menjadi
roh jahat, aku akan tetap mendapatkan orang itu.
Apa yang memikatku, lebih
dari dari kekejamannya, keras kepalanya, cinta penuh kebohongannya, ketakutan
akan kesendiriannya... lebih dari apapun, adalah cintaku pada orang itu.
Aku tahu dari awal bahwa
cinta kita adalah dosa yang terlarang. Tidak diijinkan oleh dunia ini, dan tak
seorangpun disekitar kita yang akan memberkatinya. Tubuhku terasa tersayat,
tertusuk dan terbakar, ini adalah cinta yang tragis dan cinta yang pahit yang
disertai dengan kesedihan dan keputusasaan.
Aku tidak akan membiarkan
seorangpun tahu, dan aku akan terus mencintainya dalam kegelapan dimana cahaya
bulan tidak bisa menyinarinya. Apakah kita tidak mengikat janji dan bersumpah?
Bahwa ini adalah rahasia
seumur hidup.
Tapi kenapa Hikaru mengatakan
kata-kata itu tadi malam?
Ditengah hujan yang dingin
menusuk tulang, diujung kematiannya, ekspresi yang Hikaru tunjukkan
Hanya aku yang melihatnya.
Ekspresinya, tatapannya, tindakannya.
Itu adalah penghianatan
cinta yang paling kejam.
Hikaru.
Pada saat itu...
Apa yang sedang kau
pikirkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar